AddMe - Search Engine Optimization

04 Maret 2008

Aglaonema

Take a quick look at the picture, you will definitely recognize a plant you have seen plenty of times. Aglaonema is one of the most favorite indoor plants, as it grows easily with minimum care and is ideal to even the most inexperienced amateur gardener.

Its name is once more totally Greek and its parts are translated as "aglos: shiny nema: string. Regardless of the Greek origin of its name, aglaonemas come from the tropical forests of south-east Asia, from Thailand and Cambodia to Vietnam and Malaysia. The first time aglaonemas crossed their natural borders was around 1900 when the plant was brought to America and has been cultivated ever since. The first new varieties were developed in the 60s; those varieties led to the plants we know today as aglaonemas. However, new varieties are still being developed in the US mainly, the differences being in the color of its leaves.

Aglaonemas belong to the aroids family, together with spathifyllum, dieffenbachia and philodentron. As its "relatives", it has shiny oval-shaped leaves, with jigged edges, fleshy to the touch and with impressive alternations of various tones of green. Its flowers look like small white callas and they produce a few yellow or red fruits. However, the basic reason for cultivating aglaonemas is their wonderful foliage and not its colors. Depending on the variety, its height can easily reach one meter or over.

03 Maret 2008

Tip Merawat Bibit Anthurium Gelombang Cinta

Tren gelombang cinta mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2007. Antara bulan Agustus sampai pertengahan Oktober 2007, gelombang cinta banyak dicari pemain tanaman hias, terutama bibitnya. Sebanyak apa pun stok gelombang cinta yang dimiliki oleh penjual anthurium selalu habis dibeli.

Tak ayal, harga gelombang cinta pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini berimbas tak hanya pada indukan gelombang cinta saja. Melainkan pula pada bibit gelombang cinta. Satu pot bibit gelombang cinta dengan jumlah dua daun harganya mencapai Rp 35.000-Rp 40.000.

Akhir-akhir ini, gelombang cinta ukuran bibit paling laris di pasaran. Mungkin karena harganya yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat yang ingin ikut memelihara anthurium.

Dalam perawatannya, gelombang cinta yang masih berukuran bibit tentu membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan dengan ukuran remaja atau dewasa. Pasalnya, daya tahan bibit ini masih belum kuat. Kondisi lingkungan dan perawatan yang tidak tepat dapat membuat pertumbuhan bibit terhambat, bahkan mati.

Nah, jika Anda memiliki bibit gelombang cinta, berikut ini kami berikan sedikit tip dalam merawatnya.
Penyiraman sebaiknya dilakukan tiga hari sekali. Bibit anthurium sangat rentan terhadap busuk batang akibat serangan cendawan, terutama pada kelembapan tinggi. Busuk batang dapat menyebabkan bibit roboh dan mati.
Pemupukan sebaiknya tidak dilakukan terhadap bibit anthurium yang baru memiliki 2-3 daun karena kondisi bibit masih belum stabil. Namun bila diperlukan, pemupukan tetap dapat dilakukan asal menggunakan pupuk cair organik sesuai dosis anjuran. Amannya, pada saat membeli pupuk, minta rekomendasi dari penjual tentang jenis pupuk dan tata cara pemupukan yang benar dan aman.
Penyinaran sangat penting untuk menentukan roset tidaknya tanaman. Bibit yang kekurangan cahaya matahari batangnya akan memanjang sehingga susunan daunnya tidak terlihat kompak (roset). Cara mengatasinya, bibit anthurium 2-3 daun dapat dijemur diterik matahari setiap pukul 7.00-8.00 pagi. Selanjutnya, bibit diletakkan di bawah naungan paranet.